juragankonveksi.id

juragankonveksi.id – Narji, seorang komedian ternama, baru-baru ini berbagi kisah tentang bagaimana ia dan istrinya, Widiyanti, berhasil mengumpulkan aset tanah seluas 1.000 hektar. Dalam wawancara yang ditayangkan di acara FYP Trans7 pada Kamis (27/6/2024), Narji mengungkapkan bahwa Widiyanti memainkan peran kunci dalam mengelola keuangan keluarga dengan cara yang unik dan efektif.

Peran Widiyanti dalam Pengelolaan Keuangan
Widiyanti, menurut Narji, memiliki kebiasaan menyimpan secara diam-diam uang yang diberikan oleh Narji untuk keperluan sehari-hari. “Istri saya itu pintar sekali mengatur keuangan. Setiap saya beri uang, sering kali dia menyembunyikan sebagian untuk dibelikan emas, karena menurutnya emas itu mudah dijual saat kita membutuhkan uang darurat,” jelas Narji.

Widiyanti sendiri mengakui bahwa dia sering menyimpan uang suami dengan tujuan investasi jangka panjang. “Jika ada uang sisa dari belanja bulanan, saya biasa mengatakan sudah habis, padahal uang itu saya gunakan untuk membeli emas,” ungkap Widiyanti.

Pembelian Lahan Secara Rahasia
Selain emas, Widiyanti juga berinvestasi dalam pembelian lahan. “Saat ada peluang, saya membeli sawah di kampung halaman secara diam-diam. Narji baru mengetahui beberapa bulan kemudian saat kami pulang kampung,” kata Widiyanti. Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan uang mereka terus bertumbuh sebagai aset.

Distribusi Aset Tanah
Narji menyebutkan bahwa dari 1.000 hektar tanah yang mereka miliki, setengahnya telah diwakafkan dan sisanya masih dalam proses penyelesaian sengketa. Tanah tersebut tersebar di beberapa daerah seperti Pekalongan, Pamulang, dan sekitaran Parung.

Kegiatan Berkebun
Selain berinvestasi dalam aset besar, Narji dan Widiyanti juga menikmati berkebun di depan rumah mereka. Mereka menanam berbagai tanaman yang digunakan sebagai bumbu dapur, yang bisa langsung dipetik saat dibutuhkan.

Pengelolaan keuangan yang cerdas dan strategi investasi Widiyanti tidak hanya membantu keluarga mereka dalam situasi keuangan yang sulit, tetapi juga memungkinkan mereka untuk berkontribusi pada masyarakat melalui wakaf tanah.