juragankonveksi.id

juragankonveksi.id – Davina Karamoy, seorang aktris berdarah Manado-Sunda, baru-baru ini menjadi bahan perbincangan hangat tidak hanya karena perannya yang provokatif dalam film “Ipar Adalah Maut,” tetapi juga karena insiden yang terjadi selama promosi film tersebut. Davina mengalami kejadian tidak menyenangkan di mana seorang ibu-ibu mencoleknya sambil mengomentari penampilannya yang dianggap terlalu seksi.

Dalam wawancara di studio Lapor Pak! yang disiarkan oleh Trans7 di Jakarta Selatan, Davina menceritakan, “Ada emak-emak yang waktu itu, saat aku sedang dijaga, tangannya masuk dan berkata, ‘seksi amat lo’.”

Selain reaksi langsung dari publik, Davina juga menghadapi kritik dan hujatan di media sosial serta saat bertemu langsung dengan audiens. “Iya nih, akhir-akhir ini aku banyak yang hujat, soalnya kemarin aku baru main film ya, aku perannya jadi pelakor, jadi banyak banget yang hujat aku,” ungkapnya.

Meskipun menghadapi reaksi negatif, Davina menemukan sisi positif dari pengalaman tersebut. Ia merasa berhasil dalam memerankan karakternya karena dapat membangkitkan emosi penonton. “Di satu sisi aku bersyukur ada orang yang sampai kebawa emosi karena aku berhasil memerankan karakter itu,” katanya.

Davina tidak menganggap serius stigma negatif yang mungkin menempel pada dirinya akibat perannya sebagai pelakor. Sebaliknya, ia menggunakan situasi tersebut sebagai konten kreatif. “Malah kadang aku kontenin saja, aku candain,” ujar Davina, yang memiliki 384 ribu pengikut di Instagram.

Aktris muda ini juga menyatakan ketidakkhawatirannya terhadap citra pelakor yang mungkin melekat padanya, mengingat ia bertekad untuk mengambil peran yang lebih menantang. “Aku sih awalnya takut, tapi setelah aku pikir-pikir, kalau nggak dapat karakter menantang kayak flat-flat saja. Karena dari kemarin karakternya anak remaja, anak sekolah,” tutupnya, menunjukkan keberanian dan ambisi dalam karier aktingnya.