juragankonveksi.id

juragankonveksi.id – Konflik berkepanjangan di Ukraina kini dikhawatirkan sebagai titik nyala potensial Perang Dunia III. Dalam menghadapi situasi ini, negara-negara Eropa, termasuk Jerman, telah memulai penguatan postur militer mereka sebagai respons terhadap kemungkinan eskalasi.

Tindakan Preventif Jerman:
Marie-Agnes Strack-Zimmermann, anggota parlemen dari partai liberal FDP dan ketua Komite Pertahanan di Bundestag Jerman, telah mendesak pengaktifan 900.000 pasukan cadangan. Menurut Strack-Zimmermann, aksi militer Rusia terhadap negara Eropa telah dimulai melalui taktik serangan siber dan manipulasi krisis pengungsi. Ia berargumen bahwa persiapan militer diperlukan untuk menghadapi ancaman yang semakin nyata dari timur.

Strategi Rusia:
Di sisi lain, Yuri Baranchik, seorang pakar militer Rusia, mengungkapkan bahwa Rusia siap menghapus potensi nuklir Inggris dan Prancis dalam satu hari melalui ‘Operasi Tak Terpikirkan’, jika terjadi eskalasi konflik. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah negara dengan kekuatan nuklir dan mengubah lanskap keamanan Eropa.

Konsekuensi Strategis:
Baranchik menyatakan bahwa tindakan ini akan menghilangkan kapasitas nuklir Inggris dan Prancis, memberikan tekanan pada NATO untuk mengandalkan senjata nuklir Amerika yang tersisa di Eropa. Penggunaan senjata nuklir tersebut, menurutnya, akan mengundang risiko besar dan tidak mungkin dipertaruhkan oleh Amerika.

Pernyataan Kremlin:
Dmitry Medvedev, pejabat senior Kremlin, menegaskan bahwa ancaman perang nuklir yang disampaikan oleh Putin bukanlah sebuah bluf. Selanjutnya, Rusia juga telah berinvestasi dalam pembangunan tempat perlindungan nuklir bergerak senilai 330.000 pound untuk melindungi individu penting di kota-kota besar dalam situasi darurat.

Situasi ini menunjukkan eskalasi yang signifikan dalam persiapan militer dan strategi nuklir, menggarisbawahi tingkat kekhawatiran yang tinggi di kalangan negara-negara Eropa dan Rusia. Dialog dan diplomasi tampak semakin mendesak untuk menghindari konflik yang lebih luas dan potensi bencana nuklir.